Prospek Wisata Paralayang diatas Buyutan, Jadi Destinasi Wisata Minat Khusus

Belasan parasut warna-warni mengudara, mengubah langit Pantai Buyutan yang monokromatik menjadi meriah sore itu, Senin (19/2/2018). (Foto: Awik Baidowi)

kimpena.kabpacitan.id-Mendung tak mempengaruhi angkasa di atas Pantai Buyutan, Desa Widoro, Donorojo. Belasan parasut warna-warni mengudara, mengubah langit yang monokromatik menjadi meriah sore itu, Senin (19/2/2018). Satu lokasi bukit disisi timur jalan masuk ke pantai menjadi titik luncur yang dipilih pilot paralayang. Dipilihnya lokasi tersebut karena tiupan anginnya ideal sehingga mudah untuk menerbangkan parasutnya.
Secara bergantian para atlet salah satu cabang olahraga udara dari berbagai daerah di Jawa Timur terbang. Bahkan Wakil Bupati Yudi Sumbogo dan Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Endang Surjasri berkesempatan menikmati terjun tandem dengan para instruktur. “Saya berharap Pantai Buyutan menjadi surga paralayang dan menghasilkan juara,” ucapnya.
Saat membacakan sambutan Bupati Indartato, atas nama pemerintah daerah wabup menyatakan mendukung sepenuhnya olahraga yang satu ini untuk dikembangkan. Sebab pada perkembangannya nanti akan ada sektor lain terdongkrak. Yakni pariwisata dan ekonomi. “Paling tidak mereka (atlet paralayang) ikut serta mempromosikan serta memperkenalkan potensi wisata Pantai Buyutan sebagai salah satu potensi destinasi wisata dirgantara di Kabupaten Pacitan,” katanya.
Wabup berharap, dengan kondisi alam yang mendukung diharapkan Buyutan menjadi kawasan destinasi wisata minat khusus. Utamanya bagi para atlet paralayang dan gantole untuk lokasi berlatih, sekaligus menjadi wahana para wisatawan yang bernyali tinggi. Dengan menguji andrenalin melayang pada ketinggian lebih dari 100 meter diatas pantai.
Semangat mengembangkan tujuan wisata itu sendiri menjadi bagian penting dari upaya Pemerintah Kabupaten Pacitan mengangkat derajat ekonomi warganya, sekaligus mengikis angka kemiskinan. Sektor pariwisata, khususnya dikawasan barat, tengah menjadi fokus pembangunan. Ditandai dengan peningkatan prasarana. Mulai dari akses jalan sampai ke sarana pendukung lainnya.
Terkait pengembangan paralayang sendiri, kabupaten kelahiran Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono ini memiliki sejumlah pilot berbakat. Salah satunya Aisyah Indika. Siswa SMKN 2 Pacitan itu meraih juara harapan pertama putri pada even kejuaraan daerah tahun 2017 di Bukit Glodagan, Desa Trantang, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban. “Baru sekali mengirim atlet untuk kejuaraan, alhamdulillah dapat penghargaan. Meski dengan peralatan dan fasilitas yang terbatas,” terang Ketua Federasi Aero Sport Seluruh Indonesia (FASI) Pacitan, Arifin.
Di Kabupaten Pacitan ada dua lokasi dibuka oleh FASI sebagai kawasan olahraga paralayang dan gantole. Selain Pantai Buyutan ada pula spot Mandi Angin di Desa Dadapan, Kecamatan Pringkuku. Dengan dasar lokasi yang representatif dan memenuhi syarat itu pula pengurus daerah Provinsi Jatim berencana menjadikannya sebagai salah satu lokasi menggelar kejuaraan Paralayang Liga Jatim 6 seri. Ke-6 lokasi itu, yakni kabupaten Tulungagung dan Pantai Sidoluhur 9-11 Februari lalu, Kabupaten Malang 14-16 April, Kabupaten Pacitan pada 4-6 Mei, Kabupaten Tuban pada 27-29 Juli, Kabupaten Ponorogo pada 10-12 Agustus dan Pantai Modangan pada 16-18 November. Tidak itu saja. Pada pertengahan tahun ini pula pantai Buyutan akan digunakan untuk pemusatan latihan sebelum mengikuti Paragliding Accuracy World Cup (PGAWC). (admin/humaspacitan).

One thought on “Prospek Wisata Paralayang diatas Buyutan, Jadi Destinasi Wisata Minat Khusus

  • March 26, 2018 at 9:21 am
    Permalink

    Satu lokasi bukit disisi timur jalan masuk ke pantai menjadi titik luncur yang dipilih pilot paralayang. Dipilihnya lokasi tersebut karena tiupan anginnya ideal sehingga mudah untuk menerbangkan parasutnya
    apa maksud dari tiupan angin ideal?

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *