Mengintip Persiapan Seni Ronthek Kecamatan Tulakan, Produk Lokal Nuansa Festival

Gelaran Festival Ronthek Pacitan (FRP) bakal dimulai nanti malam. Berbagai persiapan pun mulai dilakukan jauh-jauh hari. Seperti berburu dengan tengat waktu, berminggu kreator dan seniman-seniman lokal Brang Somopuro Desa Bungur, Kecamatan Tulakan mengolah daya kreatifitasnya. Menghadirkan ide-ide baru dalam panduan musik, tari, fashion dan properti dalam suguhan nan mempesona. Bukan sulapan, sehari jadi atau sewa sana-sini, berbagai properti adalah produk lokal bernuansa Festival.

 

Properti Rontek Naga Raksasa setinggi 3 meter tengah dalam penggarapan di bengkel seni milik Tri Susilo Kades Bungur, Kecamatan Tulakan.

kimpena.kabpacitan.id-Festival Ronthek Pacitan (FRP) selalu menjadi event yang paling ditunggu. Megahnya parade budaya, musik, tari, tata busana dan properti ini bukan hanya momen yang cantik dipandang mata dan ditangkap kamera. Lebih dari itu, event ini adalah pergulatan seniman dan perupa lokal dalam memantikkan daya ungkit kunjungan wisata dan agenda budaya di bumi Pacitan.
“Kita ingin prodak lokal para seniman dan perupa di Pacitan bisa diakui dan diapresiasi oleh masyarakat luas, ini adalah bagian dari sumbangsih kami terhadap kemajuan kepariwisataan, seni dan budaya di Pacitan,” tukas Tri Susilo, seniman yang juga Kepala Desa Bungur ini. Rabu (29/8) malam dibengkel miliknya.
Diakui Tri Susilo, persiapan yang mepet bukan masalah. Karena segala sesuatunya dijalankan dengan hati dan keikhlasan. “Seni itu mengalir, semepet apapun waktu asal ada niat pasti bisa menghadirkan karya,” gumannya.
Dalam event tahunan kali ini, kecamatan Tulakan menghadirkan properti yang cukup istimewa. Seekor Naga Raksasa dibuat dibengkel seni milik Tri Susilo yang juga menyatu dengan tempat tinggalnya.
Saat Kimpena.kabpacitan.id bertandang dibengkel seni miliknya, kreator seni tersebut tengah menyelesaikan bagiaan demi bagian naga raksasa setinggi 3 meter dengan panjang 7 meter. Rangka yang terdiri dari kawat baja dan bilah bambu tersebut begitu apik membentuk kepala dan setengah tubuh sang naga yang kokoh. “Idenya mengalir begitu saja,” tukas Winardi salah satu perupa asli desa Wonanti yang ikut menjadi bagian dari project dadakan ini, saat ditannya ide yang akan disuguhkan dalam gelaran Rontek tahun ini.
Hasil karya naga raksasa ini sangat tidak kalah dengan buatan-buatan luar kabupaten. Selain garapannya lebih rapi, detail dan komposisi juga menjadi perhatian serius. “Belajar dari tahun-tahun sebelumnnya, properti kali ini kita buat sebagus dan seaman mungkin,” tukas Winardi.
Gaharnya naga raksasa ini seperti liukan sungai grindulu yang membelah Pacitan. Kita tunggu saja kelahirannya, meliuk apik pada gelaran Ronthek Pacitan malam Minggu, Sabtu (1/8) mendatang. (admin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *