Mendes PDTT Sebut Dana Desa Kembali Naik Tahun Depan

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Eko Putro Sandjojo, mengunjungi pengerjaan program padat karya tunai (PKT) di Desa Gemaharjo, Kecamatan Tegalombo, Kabupaten Pacitan, Selasa (26/6/2018).

kimpena.kabpacitan.id-Pemerintah Pusat melalui Presiden kembali akan menaikkan dana desa pada tahun 2019 sebesar Rp73 Triliun hingga Rp80 Triliun. Hal itu terkonfirmasi saat Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Eko Putro Sandjojo, mengunjungi pengerjaan program padat karya tunai (PKT) di Desa Gemaharjo, Kecamatan Tegalombo, Kabupaten Pacitan, Selasa (26/6/2018).
“Tahun depan, Presiden minta kepada Menteri Keuangan untuk menaikkan dana desa sebesar Rp73 Triliun hingga Rp80 Triliun, tolong dana desa manfaatkan benar-benar. Dan akan ada bantuan sebesar Rp 1-2M untuk 500 desa percontohan dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi,”kataEko Putro Sandjojo.
Lebih lanjut, Mendes PDTT mengatakan bahwa meskipun dana desa besar, namun dirinya pun terus mengingatkan agar pengerjaan proyek dana desa tidak boleh menggunakan kontraktor.
“Dana desa itu membangun desa, Presiden tahun ini mengafirmasikan, proyek dana desa tidak boleh pakai kontraktor, kalau pengelolaan dana desa wajib dilakukan swakelola oleh masyarakat desa,”ujarnya.
Menurut Eko, dengan adanya swakelola dan 30 persennya untuk upah pekerja, maka uangnya berputar di desa sehingga pendapatan naik dan ekonomi desa berkembang.
“30 persen dari pembangunan proyek dana desa wajib dipakai untuk membayar upah. Masyarakat desa dapat upah, ekonomi berputar 5 kali lipat berputar dari pendapatan masyarakat desa, perekonomian desa lebih berputar,”jelas Eko.
Eko berharap, komoditas yang ada di desa ini dikembangkan melalui program Prukades (Produk Unggulan Kawasan Perdesaan) dan BUMDes (Badan Usaha Milik Desa) dengan penyertaan modal BUMDes sebesar Rp 50 juta.
Secara khusus, Eko juga mengapresiasi pengelolaan dana desa di Desa Gemaharjo, Kecamatan Tegalombo.
“Pengelolaan dana desa di desa gemaharjo Tegalombo sangat baik. Tahap 2 ini sudah cair 100 persen di Pacitan, ini bisa dicontoh untuk daerah lainnya, Pemerintah Pusat sudah menyediakan dana desa, tolong pemerintah daerah untuk membantu desa-desanya bisa segera cair dan bisa sampai desa-desa untuk dilakukan pembangunan,”katanya.
Untuk diketahui, PKT di Desa Gemaharjo dilakukan dengan pembangunan dan pelebaran jalan desa, akses menuju pasar di Kabupaten Ponorogo semakin dekat. “Dengan adanya program padat karya tunai pelebaran jalan sepanjang 350 meter ini, maka akan menembus sampai ke Ponorogo di mana di sana ada pasar desa sehingga jalan ini membuka akses pertumbuhan ekonomi,” kata Kepala Desa Gemaharjo, Wahyu Pudjiono.
Wahyu menjelaskan, pembangunan pelebaran jalan desa tersebut menggunakan anggaran dana desa dengan total sebesar Rp23 juta. Pengerjaan dilakukan oleh sekitar 50 orang dengan upah Rp 65ribu per hari.
“Pada tahun 2018 ini kami mendapat anggaran dana desa sebesar Rp 801 juta. Sebanyak Rp603 juta dialokasikan untuk program padat karya tunai. Sebesar Rp 187 juta kami alokasikan untuk upah tenaga kerja. Kami juga gunakan dana desa untuk inovasi desa, yaitu posyandu disabilitas dan yang tidak punya BPJS mendapat biaya kesehatan gratis,”pungkasnya. (Admin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *