Diskusi Penerapan SID dan Peran KIM menuju Desa Berdaya

DISKUSI BARENG: Perwakilan Mahasiswa KKN UNS berdiskusi dengan anggota Tim KIM Pena di ruang pertemuan SID dan KIM Pena desa Ngumbul.

kimpena.kabpacitan.id-Sistem Informasi Desa (SID) menjadi katalisator dalam mewujudkan desa yang mandiri dan berdaya. Pernyataan itu mengemuka saat Diskusi pendek di ruang pertemuan KIM Pena desa Ngumbul bersama perwakilan Mahasiswa KKN Universitas Negeri Surakarta (UNS) pekan lalu.
Kegiatan outing Mahasiswa KKN UNS tersebut, selain belajar untuk berbagi cerita seputar keberhasilan penerapan Sistem Informasi Desa (SID) di desa Ngumbul, sekaligus untuk mengetahui peran Kelompok Informasi Masyaraakat (KIM) Pena dalam pengelolaan informasi di website desa.
“Kami melihat penerapan SID di website desa Ngumbul melibatkan peran Kelompok Informasi Masyarakatnya sebagai agen informasinya, ini menarik dan bisa kita terapkan didesa tempat kami melakukan KKN,” tukas Kevin Alvia Ryanto, perwakilan Mahasiswa KKN UNS.
Menurutnya, pemerintahan desa membutuhkan sinergitas agar proses pelayanan publik lebih bisa berjalan dengan baik. Dirinya melihat, KIM memiliki peran yang esensial dalam transparansi informasi kepada publik. “Sinergitas antara pemerintah desa dan KIM akan munculkan inisiasi-inisiasi yang terbuka dan transparan dalam pemerintahan desa. Peran aktif KIM sebagai agen informasi selayaknya diberdayakan agar desa dan warga benar-benar bisa berdaya,” timpalnnya.
Hal tersebut diamini, Frend Mashudi anggota KIM Pena, bahwa keberadaan KIM justru menjadi pemicu munculnya inisiasi-inisiasi baru pemerintah desa dalam pemberdayaan masyarakatnya. “Bagi kami, inilah bentuk sumbangsih kami terhadap pemerintahan desa, agar bisa jalan beriring saling mengisi dan berbagi cerita bersama dengan warganya,” ungkapnya.
Kometmen kami, lanjut Frend, KIM harus bisa menjadi media patner bagi pemerintah desa sekaligus temen berdiskusi, berbagi cerita antar warga. “Harus diakui, warga akan mendudukkan perannya untuk terlibat aktif dalam menentukan arah pengelolaan dan pengembangan ruang hidupnya, sinergitas itu menjadi perlu untuk mendudukkan peran KIM sebagai agen informasi, membantu pemerintah desa dalam sosialisasi program, penguatan pemberdayaan dan lain-lain,” tegasnya. (admin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *